Home Blog Teacher Gelar Yang Terabaikan

Gelar Yang Terabaikan

Suatu kalimat yang mungkin rancu di dengar, namun kenyataannya memang sangat banyak terjadi bagi para wisudawan maupun wisudawati yang sulit mengaplikasikan gelarnya di lingkungan kerja.  Hal ini menjadi renungan besar bagi mereka setelah menyelesaikan bangku kuliah. Mengapa demikian ?? melihat lapangan kerja di Indonesia yang begitu sulit, yang bisa disebut lorong kerja, maksudnya harus begitu lama mengantri dan berebut untuk memasuki dunia kerja. Alhasil mereka hanya mengandalkan nasib yang menentukan. Selain itu juga hasil survey 75% para pekerja mereka, bekerja jauh dari jurusan mereka sewaktu mereka menempuh pendidikan.

 

Mengapa itu terjadi?? Menjadi tanda Tanya besar bagi mereka yang telah bekerja, dan telah menyadari dari semua keadaan yang mereka alami. Apakah itu yang namanya nasib??? Sampai sekarang penulis belum mengetahui akan kebenaran itu.

 Namun yang dapat dipaparkan disini, beberapa hal yang dapat disampaikan mengapa semua itu terjadi :

1.       Tidak ada pemikiran yang matang dalam memilih jurusan

Maksudnya disini, sewaktu mereka akan menempuh dunia perkuliahan, mereka cendrung hanya ikut-ikutan, memilih kampus yang dikatakan paling top. Padahal setiap kampus atau universitas mereka mepunyai karakteristik yang berbeda – beda, baik itu yang negeri maupun swasta. Hal ini lah yang akan menjadi perselisihan dengan hati nurani kita sewaktu menjalani perkuliahan. Hasilnya mereka hanya memikirkan gelar daripada ilmu yang mereka tempuh selama pendidikan.

2.       Tidak ada pemikiran jangka panjang

Pemikiran jangka panjang disini dimaksud yaitu bagaimana dunia kerja apabila kita menyelesaikan pendidikan, sesuai dengan daerah. Setiap daerah kebutuhan tenaga kerja berbeda juga. Disnilah yang harus dipikirkan bagi para mereka yang mau menempuh dunia perkuliahan.

3.       Tidak ada keterampilan yang bisa di terapkan jika mandiri

Kebanyakan orang mengharapkan jika mereka selesai menyelesaikan pendidikan akan memperoleh pekerjaan, baik itu di sektor pemerintahan maupun swasta. Namun jarang sekali mereka ingin membuka usaha yang sesuai dengan pendidikan maupun keterampilan yang dimiliki, padahal tidak dapat dipungkiri lagi bahwa begitu banyak persaingan untuk memperoleh pekerjaan maupun jabatan. Nah, seharusnya dari awal kita harus memikirikan kemungkinan terburuk jika kita tidak memperoleh pekerjaan, maka kita sendiri lah yang menciptakan lapangan kerja tersebut. Kita geluti satu bidang yang kemungkinan bisa diterima pasaran, baik itu jasa maupun barang. Terus bagaimana mengelolanya?? Konsultasilah dengan pakar-pakar bisnis.

Bagi yang ingin melanjutkan ke bangku kuliah, mulailah sejak dini memikirkan benar-benar masa depan kita, jangan hanya mengejar selembar Izasah, dan juga jangan sampai ada kata “Penyesalan”. Ilmu itu sult di cari, tapi gampang diraih. Ilmu itu tidak akan habis, tidak ada batasan, dan tidak ada kepuasan memilikinya. Jika kita berhenti sedetik, maka kita akan ketinggalan 100KM dari perkembangannya. He..he…. hitung sendiri berapa kecepatannya.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

 

 

 
Banner

E-Learning

Sambutan Kepala Sekolah

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya kami dapat menyiapkan website SMA Negeri 1 Tanjungpinang ini. Kami harap website ini dapat membeikan informasi yang cukup bermakna tentang SMA Negeri 1 Tanjungpinang.

Read more...

Login Form




ISIAN BIODATA SISWA


Latest News

Popular News

Tags

Supported by

Trijaya Komputindo
Satunusa Network