Puisi

Harapan terkahir

E-mail Print PDF

Harapan terakhir

 

Kutebar pandang keluar sana

Terbentang luas jauh ke Timur

Kutelusuri sampai ke pojokan

Rasa tak enak menggerayangi  tepat di belakang leher

Jantung tak mampu menahan apa yang dirasakan

Berdetak pelan... dengan kecepatan yang labil

USapan peluh tak mampu membendung rasa ingin tahu

Kaki yang tak bersahabat melangkah pelan dengan kaki yang mungil

Semakain terkuak apa yang tadinya mencurigakan

Membuat tatapan tak beralih ke tempat lain

Gerakan mulut terbata-bata seperti hendak mengucapkan sesuatu

Tapi tak sanggup...

Yang ada dalam benak hanyalah berlari jauh...

Meninggalkan tempat itu

Namun, getaran lutut membuatku tak bisa melakukan apa-apa

Hanya terpana memandang suatu ketidakrelaan yang belum

terselesaikan...

 

by : Risky E. , XI IA 1

Last Updated ( Thursday, 23 April 2009 22:14 )
 

SULUT

E-mail Print PDF

...Cinta,

...kebahagian,

...Kasih sayang,

....PERSAHABATAN & PERSAUDARAAN

Tumbuh Dari  HATI  Yang  TULUS

 

Hati yang pamrih,....

Hati Tidak ikhlas , ....

apalagi hati tidak TULUS 

Tidak dapat ditutupi

tidak dapat dikebuhi

dan tidak dapat disamarkan 

dengan penampilan dan perkataan yang manis,apalagi sok-sok suci. 

 TULUS ( baca TULUS ) ini versi Malang ( Ngalam ) bacanya dibalik-2 , dasar singo edan.

Last Updated ( Wednesday, 07 January 2009 13:17 )
 

aku

E-mail Print PDF
Pemandangan di luar begitu indah
Pohon-pohon hijau berbaris dengan rapinya
Bunga-bunga cantik menghiasi taman
Namun.... tangan ku tak bisa menggapainya
Jendela itu tertutup bagiku,br. Aku tak berdaya
Dan hanya bisa berbaring
Tak bisa duduk, apalagi berdir
Membuka mata saja serasa mengangkat bahu
Waktuku tinggal sedikit
Untuk bisa melihat langit
Memandang pohon, bunga dan kupu-kupu
Namun aku kuat dan tidak kenal menyerah
Merangkakpun aku rela
asalkan aku keluar
Dari kamar yang serba putih
Dari kamar yang penuh dengan kenangan pahit
Tiba-tiba terkenang di benakku
Sewaktu aku lahir, betapa bahagianya orang tua ku
Aku diasuh dengan kasih sayang
Aku dijaga layaknya seorang puteri
Terbayang lagi kenangan kedua
Saat aku masuk sekolah
Sahabat-sahabatku begitu baik
Mereka selalu penuh perhatian
Ah... bayangan gelap itu tiba
Aku bagai digulung oleh lubang hitam
Pemandangan indah menghilang
Air mata yang hangat mengalir
Aku tersenyum untuk yang terakhit kalinya Kenangan yang manis akan aku bawa
Aku menghargai hidupku yang singkat ini
Dan sekarang...
Aku meninggalkan kenangan manis
Untuk orang-orang yang ku kasihi
Last Updated ( Tuesday, 02 December 2008 16:03 )
 

Ceritaku

E-mail Print PDF
Bila aku disana
Yang jauh dari taubatku
Mungkin langit ikut menangis
Bila aku teringat
Suatu karya seniku
Mungkin hanyalah kenanganku
Bila aku melihat
Lingkungan yang indah
Mungkin hanyalah khayalanku
Bila aku mendengar
Suara berbisik yang merdu
Mungkin malaikat mendukungku
Bila aku tak bisa
Melanjutkan hidupku
Mungkin itulah akhir dari ceritaku
Last Updated ( Wednesday, 03 December 2008 12:57 )
 

Gerilya

E-mail Print PDF
Hutan yang gelap tetap kau lalui
Setitik cahaya rembulan menjadi pedoman kau berlari
Darah mengalir tak dihiraukan hati
Meski kau tau kematian telah menanti.

Berlari dan terus berlari
Terus mengejar dan tetap menghantui
Segala yang menghalangi kau habisi
Dengan tangan kanan menggengam sebuah belati.

Musuh demi musuh terus kau cari
Dengan terus menebarkan sebuah kata mati
Tak di pedulikan ajal yang telah menanti
Demi kemerdekaan Indonesiaku ini.

by : Jonathan Hanni Surentu
XI IA 1
 
Page 3 of 4
Banner

E-Learning

Sambutan Kepala Sekolah

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya kami dapat menyiapkan website SMA Negeri 1 Tanjungpinang ini. Kami harap website ini dapat membeikan informasi yang cukup bermakna tentang SMA Negeri 1 Tanjungpinang.

Read more...

Login Form




ISIAN BIODATA SISWA


Latest News

Popular News

Supported by

Trijaya Komputindo
Satunusa Network